Rabu, 28 Oktober 2015
Senin, 26 Oktober 2015
Sabtu, 13 Juni 2015
INI TERLANJUR SALAH
Tentang asa di tengah glombang
Tentang arah buntu sesaat setelah semua ambyar
Kawan ini bukan bualan
Entah ini rangkaian kata simbol sakit hati
Ataukah ungkap kekecewaan
Atas harapan
Atas angan
Alangkah menyesalnya
Alangkah terkutuknya jika setitik sombong yang membuncah
Dengan atau tanpa dikata tetaplah ungkap menepuk dada
Ini sakit
Ini sulit
Ini menghimpit
Rumit
Sejujurnya inilah pilihan pahit
Maaf kawan saya tiada bisa
Menyembunyikan beribu luka
Terbiasa untuk apa yang telah engkau perbuat
Ini bukan sadis
Ini tentang sakit yang mendalam
Bolehlah engkau sebut ini munafik
Ini berat
Ini membikin tidak sehat
Ini membikin sahabat kiamat
Namun ini yang engkau harap kawan
Ini mirip hukum karma
Ini pilihanmu
Ini sesumbarmu
Teringat akan tawa kita
akan candaan kita
akan saling olok
akan saling sindir
ajang saling bantu
saling asah
asih dan asuh
tentang kesulitan
tentang pertolongan
engkaulah yang number wan
Saya menangis kawan
Tentang juang
Tentang ruang
Tentang semuanya
Tentang apalah persoalan
Saya tersentak
Saya menghentak
Entah ini konyol
Mungkin saja saya berlebihan
Saya masih enggan
Mungkin pula sungkan
Saya benci kepalsuan
Saya tiada lagi percaya akan ketulusan
Semuanya berkedok
Berolok di belakang
Berupaya dalam ilusi
Saya menangis tentang segala cerita yang pernah kita tulis dan begitu saja engkau porandakkan.
Maaf
Maaf
Maaf
Maaf
Kitalah 3 Idiot dalam versi nyata
Kita adalah kita
Kita adalah kita
Kita jalani saja
Kita nikmati saja
Kita nikmati saja
Kita ikuti saa rencana-Nya
Kitalah legenda
Kitalah masalahnya
Kitalah masalahnya
Kita pulalah jalan keluarnya
Kitalah musuh kita
Kitalah segalanya
Kitalah musuh kita
Kitalah segalanya
Igfirlanaa Yaa Allah, Semoga kita dipertemukan dengan
ketulusan pada masa mendatang
( 3 Idiot )
( 3 Idiot )
Kamis, 05 Maret 2015
Kamis, 26 Februari 2015
Senin, 23 Februari 2015
Sabtu, 21 Februari 2015
Melati yang hendak pupus
Dan
ketika
pala-kala
permaianan ini bisa saja berakhir
tapi entah kapan
sesak di nafas
sesak di dada
sesek dan sesak kesemuanya
keduanya meletup-letup di tengah siang
amarah di kala senja sudah tak semenjadi di kala dluhur
kaburlah paningal
robohlah kekuatan kepalan
seraklah suara rahwana
iya
ini hampir senja
ini hampir berakhir
ini hampir final
pilihan kehidupan
terusik akan derita fisik
segala karma tlah bermunculan
sgala sanjung tlah menghilang
prestasi tak ubahnya sebait puisi
tangis yang dulu terjadi
sebagian bermunculan
dan entahlah semoga semuanya kan baik saja.................................
Walank_K@dunk
ketika
pala-kala
permaianan ini bisa saja berakhir
tapi entah kapan
sesak di nafas
sesak di dada
sesek dan sesak kesemuanya
keduanya meletup-letup di tengah siang
amarah di kala senja sudah tak semenjadi di kala dluhur
kaburlah paningal
robohlah kekuatan kepalan
seraklah suara rahwana
iya
ini hampir senja
ini hampir berakhir
ini hampir final
pilihan kehidupan
terusik akan derita fisik
segala karma tlah bermunculan
sgala sanjung tlah menghilang
prestasi tak ubahnya sebait puisi
tangis yang dulu terjadi
sebagian bermunculan
dan entahlah semoga semuanya kan baik saja.................................
Walank_K@dunk
Selasa, 17 Februari 2015
NGELMU KYAI PETRUK
Kuncung ireng pancal putih
Swarga durung weruh
Neraka durung wanuh
Mung donya sing ku weruh
Urip aja duwe mungsuh
Ribang bumi ribang nyawa
Ana beja ana cilaka
Ana urip ana mati
Precil mijet wohing ranti
Seneng mesthi susah
Susah mesthi seneng
Aja seneng nek duwe
Ja susah nek ra duwe
Senenge saklentheng
susahe sarendheng
Susah jebule seneng
Seneng jebule susah
Ki Daruna Ni Daruni
Wis ya aku bali menyang Giri
Kyai Petruk ratu ning Merapi
Lho ratu kok kadi pak tani?
Sugih rung karuan seneng
Mlarat rung karuan susah
Susah ra iso disawang
Bisane mung dirasake dhewe
Eh..Kapiran eh..kapirun eh..
Sapi ora nuntun
Urip aja mung nenuwun
Yen sapimu masuk angin tambanana
Jamune ulekan lombok
Bawang uyah kecap
Njur wetenge wedhak ana ki parutan jahe
Urip kudu nyambut gawe
Ja sapenake dewek
Kabeh ana aturane
Ki Daruna Ni Daruni
Wis ya aku bali menyang Giri
Kyai Petruk ratu ning Merapi
Lho ratu kok kadi pak tani?
Pipi padha pipi
Bokong padha bokong
Pipi ngempong bokong
Ki dhapur sampurnaning wong
http://www.jogjahiphopfoundation.com/
Kamis, 29 Januari 2015
Usil
kala nafsumu membuncah
bersujudlah
bersyukurlah
bayang mata ini meronta
menelisik setiap helai kata
entah hati ini dalam fana
ataulah apa
semu
biar tertatih
walau penuh rintih
kenang-kenanglah daku
dalam wajah
dalam nama
ataulah apalagi
firmanmu terkuak
kalammu
sabdamu
W_K@dunk
Selasa, 27 Januari 2015
Produk Reformasi
Kami yang berdiri di pojok negeri jawi
kami yang berteduh di balik pulau Bali
yang bersorak di balik debur ombak Bunaken
kami yang menggigil di sepanjang kaki Jaya Wijaya
kami yang sedang masuk usia 25 ataukah kurang
kamilah produk reformasi yang sedikit melihat orde baru
kami sadar reformasi ini keji
kami malu dengan ego generasi
kami lihat banyak zona bagi-bagi
bagi duit bagi rezeki
bagi jabatan kejujuranpun dilelang
ini semua siapa kawan siapa lawan
produk reformasi
masa teknologi dicampur demokrasi
berskandal hak asasi
kami berlindung dibaliknya
kami takubahnya ekstrimis bengis
ketika mulut disumpal kedudukan
hati kecilpun tak terindahkan
reformasi ini tak jauh beda
hanya sekedar bualan
karena disalahgunakan
karena dikorbankan
perubahan hanyalah khudbah
tanggung jawab hanyalah dijidat
ini dunia fantasi kawan
dunia ini butuh robin hood
mendambakan superman, batman
atau apapun namanya
sang idealis tanpa kompromi
untuk menentang bobroknya dibalik reformasi
W_K@dunk
kami yang berteduh di balik pulau Bali
yang bersorak di balik debur ombak Bunaken
kami yang menggigil di sepanjang kaki Jaya Wijaya
kami yang sedang masuk usia 25 ataukah kurang
kamilah produk reformasi yang sedikit melihat orde baru
kami sadar reformasi ini keji
kami malu dengan ego generasi
kami lihat banyak zona bagi-bagi
bagi duit bagi rezeki
bagi jabatan kejujuranpun dilelang
ini semua siapa kawan siapa lawan
produk reformasi
masa teknologi dicampur demokrasi
berskandal hak asasi
kami berlindung dibaliknya
kami takubahnya ekstrimis bengis
ketika mulut disumpal kedudukan
hati kecilpun tak terindahkan
reformasi ini tak jauh beda
hanya sekedar bualan
karena disalahgunakan
karena dikorbankan
perubahan hanyalah khudbah
tanggung jawab hanyalah dijidat
ini dunia fantasi kawan
dunia ini butuh robin hood
mendambakan superman, batman
atau apapun namanya
sang idealis tanpa kompromi
untuk menentang bobroknya dibalik reformasi
W_K@dunk






















