CATATAN KECIL YANG INGIN DIBAGIKAN KEPADA SESAMA

Blogroll

Kamis, 29 Januari 2015

Usil

Ketika tawamu terbungkam
kala nafsumu membuncah
bersujudlah
bersyukurlah
bayang mata ini meronta
menelisik setiap helai kata
entah hati ini dalam fana
ataulah apa
semu
biar tertatih
walau penuh rintih
kenang-kenanglah daku
dalam wajah
dalam nama
ataulah apalagi
firmanmu terkuak
kalammu
sabdamu

W_K@dunk
Share:

Selasa, 27 Januari 2015

Produk Reformasi

Kami yang berdiri di pojok negeri jawi
kami yang berteduh di balik pulau Bali
yang bersorak di balik debur ombak Bunaken
kami yang menggigil di sepanjang kaki Jaya Wijaya
kami yang sedang masuk usia 25 ataukah kurang
kamilah produk reformasi yang sedikit melihat orde baru
kami sadar reformasi ini keji
kami malu dengan ego generasi
kami lihat banyak zona bagi-bagi
bagi duit bagi rezeki
bagi jabatan kejujuranpun dilelang
ini semua siapa kawan siapa lawan
produk reformasi
masa teknologi dicampur demokrasi
berskandal hak asasi
kami berlindung dibaliknya
kami takubahnya ekstrimis bengis
ketika mulut disumpal kedudukan
hati kecilpun tak terindahkan
reformasi ini tak jauh beda
hanya sekedar bualan
karena disalahgunakan
karena dikorbankan
perubahan hanyalah khudbah
tanggung jawab hanyalah dijidat
ini dunia fantasi kawan
dunia ini butuh robin hood
mendambakan superman, batman
atau apapun namanya
sang idealis tanpa kompromi
untuk menentang bobroknya dibalik reformasi



                                                                                                W_K@dunk
Share:

Jumat, 23 Januari 2015

Tulisan tanpa tujuan

Kosong
kesemuanya tak ubahnya hampa
bias
dan biasa saja
aku ta biasa bersua
kiranya aku hanya seonggok daging yang jika saatnya akan binasa
asa
pupus
layu
lemah
dan lemas
kidung
murung
muring
jarang-jarang sumringah
yang ada resah belaka

Walank_K@dunk



Share:

Selasa, 20 Januari 2015

ASAL JEPRET








Share:

Sabtu, 10 Januari 2015

Dongeng Tentang Nuswantara



Tertulis dongeng
Terulas kisah mitologi mengkorosi demokrasi menjadi Demo Crazy
meluluhlantakkan tatanan sosial
Memporandakkan pondasi mental
Lirik ini tertulis begitu saja
meski ringan dan tak berbobot
Kami ingin teriak saja jikalau rakyat bukan robot
Syair ini murahan
Namun bukan dicipta untuk pesolek kata
Kepada Bapak Presiden kami mentelepati
Kepada menteri pendidikan, kepada pengolah kesehatan, KPK dan sabagainya
Bolehlah dijamak menjadi pemangku kepentingan
Kami tulis saja sesuka
udel kami dengan bahasa para kuli
Bahasa tukang koran
Bahasa pesakitan pula juga boleh
Apapun itu kami mewakili kaum korahan saja           
.......................................
.......................................
Entahlah,
Siapakah
Kapankah
Bagaimanakah
Kisah ini akan berlanjut
To Be Continued





Share:

Kamis, 04 Desember 2014

GALAU


Kibar dwi warna hendak diruntuhkan sodara-sodara
Nona pertiwi sudah tidak perawan lagi
Kita sebenarnya bertanggung jawab sodara
Kita tengok saja cerdik pandai kita tak ubahnya wayang milik pemilik modal
Pemuda tak ubahnya cecunguk-cecunguk yang dipermainkan elit parpol
Anam puluh sembilan tahun bung Karno meneriakkan pekikan merdeka
Namun sampai kini kita tak kunjung merdeka sodara
Kita belum swasembada sodara

Kepada siapa hendak kuungkap resahku
Kepada kawanpun aku takpaham
Siapa kawan siapa lawan
Selama ini kita saja selalu baku hantam
Korupsi itu biasa
Mahasiswa adu bogem itu lumrah
DPR main pukul membudaya
Narkoba jadi isapan jempol atas nama kegalauan dan kegaulan
Indonesia panen bencana alam dikira musibah
bisa saja itu Adzabah

Kapan Nona Nusantara bangkit dari pembaringan
Mampukah Indonesia bertahan meski terseok
Sengkuni terkekeh
Duryudana terbahak
Sementara pemuda kita berkoar-koar di sepanjang trotoar
Tentang gaji buruhlah
tentang kenaikan bbmlah atau apapun yang mengatasnamakan rakyat jelata
Woy, kami bukan pengemis kebijakan

Harapan kami tampak semu
Jemu pula menonton gulat anggota dewan
Kami tak ubahnya kambing congak
ingin curhat sampai suara serakpun telinga-telinga itu tetap saja kopok
Atau teriak-teriak disangka gila
Ingin menulis siapa pula yang menganggap toh kami kaum pinggiran

Iya Republik ini sedang sekarat
Nuswantara hampir-hampir kiamat
Setelah sekian lama diperkosa beramai-ramai

Ditelanjangi di muka dunia
Namun cinta kami kepada republik
Tetaplah cinta gila
Cinta buta
Walau suara kami lenyap
Ingin rasanya nusantara swasembada
Walau jengah dengan ulah
Kami tetap berdoa
Percaya
Indonesia akan digdaya pada saatnya
Nuswantara akan semerbak di kancah Asia
Iapun akan mengaum kembali di penjuru dunia
Dwi warna akan terkubur tinggi di angkasa
Setidaknya jika korupsi tak pernah ada
Biarlah siapa anggap ini ungkapan sok sokan
Inilah kecintaanku
Ini pula banggaku
It's not about java, Sumatra, or Papua
It's not just about Madura, Sulawesi and kalimantan
This is Red and White
This is Indonesia
This is Pancasila
This is Nationalism
And then about Bhineka Tunggal Ika for Indonsian
Yeah This is Only about Our the greatest Country
You Know I Proud of you Indonesian


Ngantang, 4 desember 2014
Utjil_Ketjil / W_K@dunk
08.00 WIB.
















Share:

Selasa, 02 Desember 2014

Kenapa saya sangat mengidolakan Basusena

Basusena 

Demikian seorang anak kusir Radea disebut, atau mungkin ia lebih kondang dengan julukan Radeaputra ( anak Radea ), banyak pula yang menyebutnya Raden Basukarna merupakan satu dari ratusan tokoh pewayangan dalamMahabarata yang sangat kontroversial.
Bagaimana tidak bahwa dalam sepak terjangnya Basukarna adalah satu diantara tiga tokoh yang paling bertangggung jawab atas terjadinya perang besar yang terjadi pada keluarga besar Bharata yang dalam hal ini adalah Pandawa dan Kurawa, tokoh lain yang bertanggung jawab atas terjadinya perang Baratayudha adalah Haryo Suman ( Patih Sengkuni ) yakni saudara dari ratu Gandari dan Guru Drona yang tidak lain adalah guru olah kanuragan dan kejiwaan kedua belah pihak ( Pandawa dan Kurawa ). Satu lagi tokoh yang paling berpengaruh terhadap terjadinya Bharatayudha Jayabinangun adalah Prabu Salya yang tidak lain adalah mertua Prabu Duryudana.

Pada kenyataan kehidupannya Adipati Karna adalah anak sulung Dewi Kunti yang notabene adalah Ibu dari Pandawa sehingga secara tidak langsung Adipati Karna adalah kakak kandung Pandawa, dikisahkan bahwasannya Karna adalah putra dewi kunti dengan Batara Surya karena ulahnya mempraktikkan aji Adityahredaya yaitu semacam kesaktian guna memanggil para dewa. Namun karena dengan tujuan membersihkan nama dewi kunti dari petaka mempunyai anak tanpa ayah.

Karna meskipun pada intinya adalah saudara kandung Pandawa namun dalam kenyataannya tetap berpihak pada Kurawa karena memegang sumpah setianya ketika ia dibela oleh pangeran Duryudana dalam adu kanuragan melawan raden Arjuna, yang pada akhirnya tidak ada seorangpun dapat menandingi kesaktian pangeran Arjuna terkecuali Raden Basukarna namun karena terus dihina dan dilecehkan oleh pihak Pandawa terutama raden Bimasena. Hal ini dilihat sebagai peluang oleh raden Duryudana sebagai bagian membentuk sekutu dan di tengah keramaian itu pula raden Basukarna diangkat menjadi raja Angga yakni kerajaan di dibawah kekuasaan Kurawa.Karnapun bersumpah akan membela Kurawa nantinya jika nantinya Bharata Yuda Jayabinangun memang terlaksana.

To Be Continued


Share:

Senin, 01 Desember 2014

Sekilas dampak Seks Bebas

Sekilas Materi tentang Dampak Seks Bebas Download disini

Share:

Materi Bahaya Penyalahgunaan NARKOBA

Seiring dengan perkembangan zaman, penyalahgunaan Narkoba merupakan masalah serius bagi semua bangsa termasuk Negara kesatuan Republik Indonesia.
Maka dirasa perlu pendidikan sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi semua lapisan masyarakat dan kelompok umur karena Narkoba mengancam siapapun, tanpa memandang usia, kelompok umur, strata sosial dsb.
Untuk memudahkan sosialisasi bagi yang membutuhklan materi bisa didownload disini ( mohon maaf jika materi kurang )


Share:

Jumat, 31 Oktober 2014

Piagam PMGP 2014



Sumber Google Search dengan sedikit editing,................
Share:

Kamis, 23 Oktober 2014

Nyoba.....


Share:

PPDB SDN Jerukwangi

 

Blogger news

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Blog Archive

Pages

Pages - Menu

Pages