CATATAN KECIL YANG INGIN DIBAGIKAN KEPADA SESAMA

Blogroll

Senin, 03 Oktober 2022

Tujuan Pendidikan



Setelah mempelajari materi pada topik 1 Tujuan Pendidikan dalam materi sebelumnya saya mendapatkan banyak sekali refleksi gambaran khususnya tentang bagaimana sebaiknya saya mengajar. antara lain adalah :


Apa yang Anda rasakan sebagai murid?

Apa yang Anda pikirkan sebagai murid? 

Perilaku apa yang Anda tunjukkan sebagai murid?

Kaitannya dengan 3 hal tersebut yang dapat saya simpulkan adalah bagaimana kita sebagai guru dapat memposisikan diri sebagai murid, atau bisa juga menghayati kebutuhan murid dalam belajar, hal tersebut dapat diartikan pula sebagai memanusiakan murid dan memahami murid sebagai subjek belajar bukan sebagai objek belajar. Karena dengan cara itulah murid akan merasa nyaman dalam belajar, tentunya jika murid sudah merasa nyaman maka proses belajar akan terlaksana dengan baik sehingga tercipta pembelajaran yang bermakna. Adapun tujuan dari belajar yang bermula dari bebera Miskonsepsi belajar diantaranya adalah :


Jika kita sebagai penanggung jawab proses pembelajaran kiranya dapat menghayati mempraktikkan konsep di atas kemudian membiasakan diri kepada siswa untuk memahami hakikat dari tujuan belajar di atas serta didukung oleh pemangku kepentingan dan orang tua maka sudah pastilah belajar dalam artian merdeka belajar dan belajar yang hakiki benar-benar telah terlaksana.

Share:

Jumat, 26 Agustus 2022

MENYONGSONG KURIKULUM MERDEKA

         Belajar merupakan bagian penting dari kehidupan manusia umumnya tentunya belajar yang dimaksudkan disini adalah konsep belajar sepanjang hayat, belajar dalam artian luas yakni sebuah proses panjang baik pengetahuan maupun perilaku yang positif yang timbul karena adanya pengalaman seseorang. Hal ini tidak lepas berdasar dari proses si pembelajar mendapatkan pengalaman itu sendiri baik yang ia dapatkan dari diri sendiri maupun dari pengalaman orang lain. Pada dasarnya belajar merupakan hak dari seluruh warga Indonesia sesuai dengan amanat Undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat tentang tujuan nasional Indonesia “……..dan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa”. Sehingga dari situlah jelas bahwasannya Negara dalam hal ini wajib menjamin pendidikan yang layak bagi warga Negara Kesatuan Republik Indonesia secara menyeluruh dari Sabang sampai Merauke. Kementerian Pendidikan yang merupakan garda terdepan penerima mandat dari pemerintah dalam melaksanakan amanat undang-undang khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan formal di Indonesia senantiasa berusaha semaksimal mungkin menyelenggarakan pendidikan yang baik dari tahun ke tahun, hal ini tidak lepas dari tuntutan dan tantangan perkembangan zaman yang senantiasa berkembang. Salah satu usaha dalam upaya memaksimalkan hasil belajar itu sendiri adalah pergantian kurikulum salah satunya yang masih baru dan sedang dimaksimalkan sosialisasinya adalah Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka dalam arti sederhana bisa dimaknai sebagai usaha memerdekakan subjek belajar dalam hal ini adalah siswa khususnya dalam upaya memaksimalkan potensi serta minat yang ada guna hasil belajar yang lebih baik, karena sebagaimana kita tahu bahwa secara kodrat kemampuan dasar dan murid beraneka ragam sehingga kaitannya dengan konsep merdeka belajar diharapkan kurikulum ini dapat memahami kebutuhan belajar masing-masing individu sebagai subjek belajar yang unik. Hal ini tentunya tidak terlepas dari konsep sistem among yang diperkenalkan oleh Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara yakni : Ing Ngarsa Sung Tuladha Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani yang memiliki arti secara sederhana di depan memberi contoh, di tengah membangun kemauan dan di belakang memberikan dorongan. Dari konsep tersebut bagi kita sebagai guru tentunya akan memberikan dampak besar dalam pembelajaran jika dapat kita terapkan dalam pembelajaran khususnya dalam bermasyarakat karena dimanapun kita berada dan kapanpun kita akan senantiasa memberikan pengaruh positif khususnya bagi sekitar, jika di sekolah tentunya berdampak pada maksimalnya potensi peserta didik atas dasar sikap kita tersebut.

Share:

Selasa, 21 Juni 2022

RANGKUMAN MATERI PENGGALANG



Barangkali ada yang membutuhkan, berikut ini kami bagikan rangkuman materi khususnya bagi pramuka penggalang yang sempat kami himpun ketika kami membantu latihan pramuka yang diselenggarakan di gudep wilayah kwartir ranting Ngantang.

Jika ada beberapa materi yang kurang Update karena adanya perubahan PP Gerakan Pramuka ataupun yang lainnya harap dimaklumi dan kami persilakan untuk disempurnakan secara mandiri karena file yang kami bagikan berupa Word, Demikian Mohon menjadikan maklum.

Materi DAPAT DIDOWNLOAD ==> DISINI 
Share:

Minggu, 03 April 2022

Minyak Langka di Negeri Konoha

Peliknya negeri konoha akhir-akhir ini

Dengan seabrek ceritanya

Dengan sejuta kisah sendu kelangkaan minyak

Rakyat jelata menjerit sejadi-jadinya

Teranglah bahwa kita surga daripada sawit

Nyatanya entah kemana lemak emas itu menyingkir, ketika harganya normal saja

Si emas melambungkan harga tetiba berserakanlah stoknya di segala penjuru negeri 


Makde romlah tukang gorengan tak henti-hentinya nyinyir

Sudah pastilah, pikirannya berputar mengolah jualannya yang hampir mampus

Karena nyatanya gorenganlah baginya susu dan popok si Panji anak semata wayangnya

Koh Aceng tukang Kentaki masih memaki diri sendiri, bagaimana mengakali bisnisnya

Akupun tak henti membatin, kenapa tempe goreng, ayam goreng, eseng tahu tempe sudah langka di meja makan

Jatah duit udud bapakku juga berkurang, berkat omelan simbok yang menyadarkanku
"Saiki lengo larang pak, regone larang ning barange ora ono warung ngendi-ngendi"


Ya setidaknya meskipun kata si Embok Iku semuanya kudu diinstal ulang

Gak usah banyak goreng, kukus saja, bakar saja atau apalah alternatif lainnya

Kita gak boleh nangis ya??

Masalahnya minnyak bukan cuma urusan nggoreng mbokde

Ini bisa jadi urusan uang saku, pampers, uang beli susu atau mungkin uang berobat

Pak dewan mencak-mencak di tipi nyatanya enggak ditanggapi dek menteri

Apalagi kami

Kami yang kecil disini

Yang hanya terima jadi

Apa yang didok

Apa yang disepakati


Ya kami kudu legowo saja jika minyak jadi membumbung tinggi

Kabar angin kemarin minyak motor ngikut meninggi

Tadi pagi uput-uput langsung kutahu harganya jadi berubah

Siapa berulah jelas bukan pak lurah

Apalah daya kami hanya gigit jari

Kepada siapa hendak kami bercerita

Sebab kami takpunya cinta 

Karena tiada cinta di negeri konoha


Share:

Senin, 07 Maret 2022

Senin, 01 November 2021

PERAN PGRI DI ERA MERDEKA BELAJAR DALAM BINGKAI GURU MENOLAK MENYERAH KARENA CORONA



Pendidikan merupakan hal yang sangat vital terutama bagi kemajuan sebuah bangsa, sejarah membuktikan bahwa prestasi sebuah negara dalam segala hal berawal dari kemajuan pendidikan itu negara itu sendiri. Sebut saja Jepang yang merupakan negara dengan seabrek prestasi berbasis teknologi mulai yang paling sederhana jam dinding, mobil mainan karya siswa SMP sampai dengan teknologi tinggi robotik maupun elektronik serta otomotif merupakan buah manis dari sistem pendidikan negara Jepang yang terkenal disiplin dan menekankan tanggung jawab terutama bagi siswa-siswinya. China yang merupakan negara dengan prestasi olahraga paling moncer di dunia hampir di semua cabang olahraga tentunya juga tidak lepas dari keberhasilan khususnya pendidikan olahraga sejak dini yang yang diberlakukan China. Saat ini Singapura yang merupakan dengan luas negara setara dengan luas wilayah provinsi DKI Jakarta menjelma menjadi negara dengan peringkat pertama pendidikan di tingkat ASEAN  serta peringkat pendidikan ke-21 secara global, sedangkan Indonesia menepati urutan ke-4 di tingkat ASEAN dan peringkat ke-70 tingkat global.

Terdapat 3 fungsi tugas guru menurut UU 24 tahun 2014 yakni guru sebagai pengajar, guru sebagai pendidik dan guru sebagai pemimpin, Kaitannya tugas guru sebagai pengajar merupakan kewajiban pokok seorang guru dalam hal ini adalah dalam upaya menyelenggarakan pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas kepada peserta didik dengan kata lain adalah olah piker peserta didik. Selain tugas guru sebagai pengajar tugas guru sebagai pendidik tidak kalah penting hal ini selaras bahwa keberhasilan guru dalam menyelenggarakan pendidikan adalah tumbuhnya pribadi yang berbudi luhur dan hal tersebut mengerucut pada proses mendidik perilaku peserta didik dalam kegiatan sehari-hari. Tugas guru sebagai pemimpin adalah dalam rangka menjadi panutan, pathokan perilaku baik siswa, warga sekolah maupun masyarakat terutama dalam menyikapi kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah, sampai saat ini masyarakat akan memandang bahwa seorang guru merupakan pribadi yang serba bisa hal ini bisa kita amati dalam kehidupan sehari-hari misalkan penjukan guru menjadi ketua RT, takmir masjid maupun mushola, permintaan tolong sebagai panitia pemilihan umum maupun terima sambutan kondangan perkawinan dan lain sebagainya.

Konsep merdeka belajar yang diperkenalkan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Bapak Nadhiem Makarim) yang sering dipanggil Mas Menteri secara garis besar merombak sistem pendidikan dengan mengubah konsep Ujian Nasional yang selama ini dilakukan dengan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) dan survey lingkungan sekolah yang merupakan manifestasi dari  orientasi belajar berusat  pada peserta didik, Sebelumnya konsep belajar konvensional berpusat pada guru dan memposisikan guru sebagai sumber belajar tunggal hendaknya dirubah seiring dengan perkembangan kemajuan zaman karena sebetulnya dewasa ini banyak sekali sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik seperti internet melalui leptop, komputer, tablet, HP, TV Edukasi, surat kabar, majalah, youtube dsb. Hal ini sangat difasilitasi oleh kementerian pendidikan nasional misalnya melalui pembangunan website portal rumah belajar https://belajar.kemdikbud.go.id/ yang memberikan support khususnya dalam memberikan layanan terbaik pembelajaran bagi siswa. Di sisi lain dalam rangka mengembangkan kompetensi guru kementerian pendidikan menyelenggarakan berbagai macam diklat, workshop, pelatihan dan sebagainya yang dapat diikuti oleh guru misalkan melalui https://gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id/ hal ini merupakan salah satu dampak positif khususnya dalam perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan. PGRI sebagai organisasi keprofesian bagi guru ambil peran yang sangat besar dalam upaya mensukseskan program merdeka belajar yang digagas oleh Mas Menteri sebut saja dengan penyelenggaran berbagai macam diklat berbasis teknologi yang diselenggarakan oleh PGRI baik tingkat Nasional, wilayah maupun cabang.

Tantangan belajar khususnya bagi guru bertambah dengan adanya goncangan berat mulai akhir tahun 2019 dan awal 2020 yakni dengan munculnya pandemic covid 19 yang mengguncang seluruh dunia, guru saat itu hingga kini dihadapkan pada pilihan untuk mengubah metode belajar yang selama dilaksanakan dengan tatap muka dengan cara non tatap muka karena alasan keamanan. Meskipun banyak kekurangan khususnya dalam hal pembelajaran non tatap muka, di sisi lain muncul sisi positif yakni banyak inovasi yang dilakukan guru dalam rangka mengusahakan pembelajaran yang baik bagi peserta didik mulai dengan metode memaksimalkna group WA, maupun telegram, tatap muka maya semisal zoom, g-meet, office teams dll , pembuatan media belajar berbasis youtube maupun video pembelajaran lain, pembuatan kuis berbasis g-form, quiziss, office form dan sebagainya. Akibat dari kondisi tersebut maka pembelajaran berbasis Blended  Learning yang selama ini hanya dipakai oleh guru-guru muda secara berangsur-angsur beralih menjadi pilihan terbaik khususnya dalam penyelenggaran kegiatan belajar mengajar pada masa pandemi bagi semua usia guru. Selaras dengan kebijakan kementerian pendidikan tentang Merdeka Belajar dan tuntutan pembelajaran abad 21 PGRI selaku bagian takterpisahkan dari sejarah perjuangan guru di Indonesia turut memberikan andil besar khususnya dalam mengupayakan peningkatan kompetensi bagi guru baik PNS maupun Non PNS khususnya di masa pandemi diantaranya dengan :

1.    Penyelenggaraan berbagai macam pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru misalkan dengan penyelenggaraan pelatihan Google Workspace Education, Pelatihan Pembuatan Media Ajar berbasis Video, Canva, Quiziss, Office 365, mendongeng bagi guru TK dan PAUD dsb.

2.    Penyelenggaraan workshop secara daring khususnya bagi masyarakat, wali murid dalam mendukung pembelajaran di era daring di rumah merupakan wujud nyata usaha PGRI dalam mewujudkan konsep merdeka belajar.

3.    Sejalan dengan adanya rekruitmen tenaga guru dalam hal ini adalah P3K dan program sejuta guru dari kementerian Pendidikan nasional maka PGRI senantiasa mengawal program tersebut mulai dari awal sampai saat ini hal ini nyata terwujud dengan adanya afirmasi khususnya bagi guru dengan usia 35+, afirmasi  bagi usia 50+, dan afirmasi bagi guru pemegang serdik. Hal ini tentunya memberikan angin segar khususnya bagi guru-guru yang sekian lama mengabdi sebagai honorer di sekolah khususnya dalam meningkatkan kesejahteraannya.

4.    PGRI secara konsisten memberikan bantuan hukum khususnya bagi guru karena dewasa ini tidak sedikit guru yang harus berurusan dengan hukum sebut saja beberapa kasus kekerasan terhadap guru yang dilakukan baik oleh siswa maupun oleh wali murid dsb sehingga dalam menjalankan kewajiban dan tugasnya guru merasa terlindungi.

Terlepas dari peran PGRI di atas, masih banyak wujud nyata usaha PGRI dalam mendukung serta usaha memaksimalkan pendidikan di Indonesia, akhirnya dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN 2021) tagar #GuruMenolakMenyerahkarenaCorona hendaknya bisa memberikan spirit tersendiri bagi guru dalam mengupayakan pelayanan Pendidikan yang maksimal bagi peserta didik meskipun dalam kondisi pandemic dengan segala keterbatasan yang ada, Selamat Hari Guru nasional 2021 “Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”

Share:

Senin, 07 September 2020

HARI JADI NGANTANG


 

Share:

Senin, 17 Agustus 2020

Cinta

Sabang - Merauke konon katanya

tanah surga

Tanah kaya nan jaya

Kaya akan intan, kaya akan emas kaya akan hasil bumi

Bangsa ini kaya akan budaya

Negeri ini, oh betapa elok alamnya

Subur makmur sejak dulu kala

Siapa tak kenal Indonesia sejak dari Sriwijaya, Majapahit, Demak Bintoro, Kesultanan Ternate, Tidore, Makasar dsb.

Tuhan menciptakan surga di bumi ini berjuluk Nusantara

Siapa taktakjub akan kelezatan makanannya,

Siapa hendak menyaingi kearifan penduduknya,

Siapa mampu mengimbangi ribuan seni tradisinya....

Ahhhhh, itu dulu mungkin

Ketika serakah belum banyak berulah

Ketika ego belum sempat mengembargo

Kala manusia sudah luput dari kodratnya

Memakan sesama

Membunuh sesama

Mematikan yang tak kuasa

Yang lemah semakin terengah

Yang kuat semakin laknat

Itu dulu, kala korupsi masih milik cendana

Itu dongeng ketika polisi masih kurus

Ketika pak Jaksa masih pernah Sembahyang di Mushola

Ketika pak guru Oemar Bakri masih mengayuh pit ontanya

Itu dulu sekali

Sampai akupun lupa, kapan itu

Bendera di halamanku sudah pudar warnanya

Seperti darah yang mengering

Seperti pak hakim yang sudah lupa akan hukum

Seperti pengayom yang sudah tak mengayomi

Atau analogikan saja seperti kacung yang memperkosa majikannya

Amboi, ada hujan di bulan Agustus

Apakah ini pertanda sebagian lupa

Bahwa ada ribuan nyawa melayang demi Negeri ini

Atau memang sengaja terlupakan

Ataukah kisah pejuang kokang senjata sudah tak menarik lagi

Tapi

Hati

Kami

Takkan berhenti

Mencintai

Negeri ini

Negeri dimana kami lahir, kami tumbuh, dan berkembang

Negeri dimana kami melihat dengan mata kepala sendiri

Ada anak lupa bundanya

Ada merah yang mulai tak merah

Ada semu kelabu di putih bendera

TAPI TETAP SAJA

JANGAN BERHENTI MENCINTAI

JANGAN BERHENTI MENGABDI

JANGAN BERHENTI BERHARAP

JANGAN BERHENTI BERDOA

DEMI REPUBLIK INDONESIA INI

Khubbul Wathan Minal Iman

Dirgahayu 75 tahun Indonesiaku 



Share:

Jumat, 14 Agustus 2020

TUGAS PPG MIND MAP

 


Share:

Selasa, 11 Agustus 2020

BULAN MERAH DARAH



Sedang dirundung duka
didekap nestapa
didera coba
dicemooh
diolok
dicaci maki
Ah,...... aku sudah kenyang akan itu sejak aku marih orok
haha, aku sudah hapal nyanyian-nyanyian itu
balada cari muka, atau apalah menyodorkan panggung diri
ckckckckck aku geli
aku ngeri

Tak mengapa
aku bisa dan biasa
menahan air mata
memikul derita
menginjak duri 
atau menahan setengah mati

Kubisa diam
meski sesekali kadang teriak
kadang sedikit misuh tak jarang terlontar
maklumlah aku masih fana
kadang akupun masih meronta
jika kusudah tak kuat memikulnya

O bujang
usah kau tiru tingkahku
tutup saja mata dan telingamu
biar sajalah aku yang kotor
bersimbah lumpur darah

Percayalah aku kuat memikulnya kali ini
Bismillah
Bismillah
Bismillah
Alhamdulillah


10/08/2020

Share:

Jumat, 07 Agustus 2020

Tragedi Pandemi


Hampir 7 bulan lamanya, seluruh masyarakat di belahan bumi bagian manapun sedang dilanda kecemasan dan kekhawatiran terutama karena datangnya bencana secara tiba-tiba yakni Corona Virus Disease (Covid 19) tidak terkecuali di Indonesia. Aktifitas sosial, ekonomi, pendidikan, politik bahkan keagamaan terpaksa dihentikan mengingat ancaman dari serangan virus tersebut sangat menakutkan bagi sebagian orang. Terlebih obat maupun vaksin sampai saat ini belum juga ditemukan. Yang ada hanyalah klaim-klaim simpang siur yang tak karuan.

Semua mulai ambil bagian untuk menanggulangi krisis tersebut dibentuklah satgas di masing-masing negara, ormas-ormas mulai bahu membahu membantu pemerintah dalam menangani dan menanggulangi wabah ini. Tidak sedikit korban berjatuhan baik dari masyarakat, tenaga medis maupun relawan namun semangat gotong royong itu sangat kentara terlihat Ah...... indahnya pemandangan kemanusiaan ini di mata sang Khaliq 

Derita ini dirasakan oleh semua orang mulai dari banyaknya PHK bagi para buruh karena bosnya tidak mampu membayar gaji pekerja sementara produksi menurun karena terkendalanya aturan berkumpul dan distribusi barang, Petani yang dihantam badai harga tanaman apapun dan dimanapun yang terjun payung sementara biaya produksi yang semakin melambung. Orang tua yang tidak bisa bekerja karena harus menunggu anak-anaknya mengerjakan tugas sekolah yang harus dikirim saat itu juga padahal paket internet terasa mencekik. Adapula kasus banyak anak yang terpaksa tidak bersekolah karena tidak memiliki hp dan alat komunikasi bahkan seorang Bapak yang harus berurusan dengan polisi karena tertangkap basah mencuri hp untuk anaknya.

Di sisi lain banyak bermunculan tindakan-tindakan mulia dinatara sesama, misalnya seorang guru yang rela berkeliling ke rumah murid-muridnya agar tetap dapat mendapatkan pelajaran. Seorang saudagar yang berbagi makanan tiap hari untuk para karyawan korban PHK dan adapula se
Namun dikala kesemuanya sibuk dengan tugas mulia ini masih ada saja cecunguk cecunguk yang cari panggung, orator-orator yang hanya mencari cela sesama mencari muka diantara penguasa. 



Share:

PPDB SDN Jerukwangi

 

Blogger news

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Blog Archive

Pages

Pages - Menu

Pages