CATATAN KECIL YANG INGIN DIBAGIKAN KEPADA SESAMA

Blogroll

Sabtu, 28 November 2015

AKU

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari

Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

#Legend_Chairil_Anwar
Share:

Selasa, 10 November 2015

NEGERI NGERI



Negeri Ngeri
Dalam gelap kami menatap
Di dunia akhirat mungkin kami berhayat
Sepagi ini aku merangkai kata
Entah ranah mana lagi yang hendak kulontar
Tentang pengemis yang berjajar antre di seputaran alun-alun tugu
Tentang sekawanan gelandang di sepanjang aliran Brantas
Negeri ini sakit kawan
Karena seronoknya para koruptor
Karena semakin tak lurusnya jalan para hakim
Karena semakin murahnya mulut para politisi
Bangsa ini seolah sekarat saja
Pendidikan dililit politik
Perdagangan diperjualbelikan kepentingan
Pariwisata tak pernah dipedulikan
Tentang lingkungan yang dijadikan objek mencari uang
Ataukah budaya yang semakin ditidih sang adikuasa
Apalah yang bias dibanggakan kawan
Di layarku hanya muncul tikus tikus yang belagak tanpa tahu malu
Tentang cicak yang selalu beradu dengan buaya
Di layarku yang tampak hanyalah overload air di tanah Batavia
Asap di tanah Sumatra
Sekedar mengingat konflik di tanah Merauke
Demonstrasi mahasiswa menuntut hak
Koar para don di meja dewan seakan sandiwara belaka
Permainan
Manis saja di mulut
Jauh dari hati jauh dari refleksi
Degradasi moral menghantui
Kriminalisasi disana sini
Konspirasi melawan kebenaran
Kebatilan dijunjung tinggi
Negeri Ngeri
Sepagi ini kami menari
Sepagi ini pula kami bersiul
Bersyair demi secuil harap
Meski negeri ini ngeri kami tetap tak takut
Meski sebenarnya kami kalut
Kami tetap ingin melontar granat
Kepada para korporat jahat
Kami tetap ingin berontak untuk nona pertiwi yang tergeletak
Kami ingin melawan meski hanya dengan keterbatasan
Sampai kami sekarat
Sampai kami tamat
Kami akan niat
Berikan kami kuat
Tuhan yang Maha Rahmat


#Marjinal_Inspiring
10/11/2015
Share:

Rabu, 28 Oktober 2015

Belajar Otak Atik Atuk

Logo Bimantari


Regu Phoenix
Regu Melati

Share:

Senin, 26 Oktober 2015

Jajal 2


Share:

Sabtu, 13 Juni 2015

INI TERLANJUR SALAH


Tentang asa di tengah glombang
Tentang arah buntu sesaat setelah semua ambyar
Kawan ini bukan bualan
Entah ini rangkaian kata simbol sakit hati
Ataukah ungkap kekecewaan
Atas harapan
Atas angan
Alangkah menyesalnya
Alangkah terkutuknya jika setitik sombong yang membuncah
Dengan atau tanpa dikata tetaplah ungkap menepuk dada
Ini sakit
Ini sulit
Ini menghimpit
Rumit
Sejujurnya inilah pilihan pahit

Maaf kawan saya tiada bisa
Menyembunyikan beribu luka
Terbiasa untuk apa yang telah engkau perbuat
Ini bukan sadis
Ini tentang sakit yang mendalam
Bolehlah engkau sebut ini munafik
Ini berat
Ini membikin tidak sehat
Ini membikin sahabat kiamat
Namun ini yang engkau harap kawan
Ini mirip hukum karma
Ini pilihanmu
Ini sesumbarmu

Teringat akan tawa kita
akan candaan kita
akan saling olok
akan saling sindir
ajang saling bantu
saling asah
asih dan asuh
tentang kesulitan
tentang pertolongan 
engkaulah yang number wan


Saya menangis kawan
Tentang juang
Tentang ruang
Tentang semuanya
Tentang apalah persoalan

Saya tersentak
Saya menghentak
Entah ini konyol
Mungkin saja saya berlebihan
Saya masih enggan
Mungkin pula sungkan
Saya benci kepalsuan
Saya tiada lagi percaya akan ketulusan
Semuanya berkedok
Berolok di belakang
Berupaya dalam ilusi

Saya menangis tentang segala cerita yang pernah kita tulis dan begitu saja engkau porandakkan.
Maaf
Maaf
Maaf
Maaf

Kitalah 3 Idiot dalam versi nyata
Kita adalah kita
Kita jalani saja
Kita nikmati saja
Kita ikuti saa rencana-Nya
Kitalah legenda
Kitalah masalahnya
Kita pulalah jalan keluarnya
Kitalah musuh kita
Kitalah segalanya

Igfirlanaa Yaa Allah, Semoga kita dipertemukan dengan ketulusan pada masa mendatang

( 3 Idiot )

Share:

Kamis, 05 Maret 2015

ZERO STYLE



Share:

Kamis, 26 Februari 2015

Pembelajaran Pensil

PENSIL


Share:

Senin, 23 Februari 2015

Topi Lapangan




Share:

Kerja Siswa

Share:

Sabtu, 21 Februari 2015

Melati yang hendak pupus

Dan
ketika
pala-kala
permaianan ini bisa saja berakhir
tapi entah kapan
sesak di nafas
sesak di dada
sesek dan sesak kesemuanya
keduanya meletup-letup di tengah siang
amarah di kala senja sudah tak semenjadi di kala dluhur
kaburlah paningal
robohlah kekuatan kepalan
seraklah suara rahwana

iya
ini hampir senja
ini hampir berakhir
ini hampir final
pilihan kehidupan
terusik akan derita fisik
segala karma tlah bermunculan
sgala sanjung tlah menghilang
prestasi tak ubahnya sebait puisi
tangis yang dulu terjadi
sebagian bermunculan
dan entahlah semoga semuanya kan baik saja.................................


Walank_K@dunk


Share:

Selasa, 17 Februari 2015

NGELMU KYAI PETRUK


Kuncung ireng pancal putih

Swarga durung weruh
Neraka durung wanuh
Mung donya sing ku weruh
Urip aja duwe mungsuh

Ribang bumi ribang nyawa
Ana beja ana cilaka
Ana urip ana mati
Precil mijet wohing ranti

Seneng mesthi susah
Susah mesthi seneng
Aja seneng nek duwe
Ja susah nek ra duwe

Senenge saklentheng
susahe sarendheng
Susah jebule seneng
Seneng jebule susah

Ki Daruna Ni Daruni
Wis ya aku bali menyang Giri
Kyai Petruk ratu ning Merapi
Lho ratu kok kadi pak tani?

Sugih rung karuan seneng
Mlarat rung karuan susah
Susah ra iso disawang
Bisane mung dirasake dhewe

Eh..Kapiran eh..kapirun eh..
Sapi ora nuntun
Urip aja mung nenuwun
Yen sapimu masuk angin tambanana
Jamune ulekan lombok
Bawang uyah kecap
Njur wetenge wedhak ana ki parutan jahe
Urip kudu nyambut gawe
Ja sapenake dewek
Kabeh ana aturane

Ki Daruna Ni Daruni
Wis ya aku bali menyang Giri
Kyai Petruk ratu ning Merapi
Lho ratu kok kadi pak tani?

Pipi padha pipi
Bokong padha bokong
Pipi ngempong bokong
Ki dhapur sampurnaning wong

http://www.jogjahiphopfoundation.com/

Share:

PPDB SDN Jerukwangi

 

Blogger news

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Blog Archive

Pages

Pages - Menu

Pages