Kamis, 31 Juli 2014
Kamis, 24 Juli 2014
Desain KTA AJUSKA yang akan dicetak mulai tahun ini
NB * Kartu ini hanya diberikan kepada anggota aktif ambalan Arjuna Srikandi
Minggu, 13 Juli 2014
Piagam Simple Dari Microsoft Publisher
Kawan semuanya berikut kami berikan contoh file piagam yang sederhana menggunakan program yang mudah pula yakni Microsoft Publisher, kiranya program ini sangat mudah dipergunakan oleh pemula dibanding dengan program grafis lainnya semacam CorrelDraw, ataupun Fotoshop yang lebih membutuhkan skill Khusus berikut contoh hasilnya.....
Download Contoh File Publishernya Disini
Selasa, 17 Juni 2014
Guguran Kenangan
Yang pada suka dengerin musik hip hop lokal didownload nayamul buat temen yang lagi galau hahahahahahaha ( download disini )
kalau yang butuh link_Web resminya http://www.reverbnation.com/kontrajogja
FB resminya cek dah https://www.facebook.com/pages/KONTRA/82608078172?ref=ts
Teks by : Cecep Syamsul Hari
Musik by : HOLZA & ARDHA "Gotrie"
Perform by : KONTRA
(ndoys verse)
saat kau diujung jalan malam itu
kau pikirkan dirimu, kau sadari hidupmu
dan kau pun tau, tinggal sepenggal sepi
lepas dari jemari hari-hari yg letih dan pasi
sebuah cermin sepasang mata rusuh
menyelundup ke dalam hatimu
dirimu terlalu terpaku
ada sesuatu yg mengalir lambat dan tenang di dirimu
seperti perjalanan sungai musim kemarau
menuju tempat yang sangat asing
yang tak kan kau kenal, barang kali laut?
ah mana mungkin, karna laut terlalu luas dan gagah
bagai air mata yang jatuh
menggenang di atas sehelai kertas tanpa tulisan apapun
dan tak tampak sedikit pun
meninggalkan cuma jejak-jejak samar tak kasat mata
**REFF
dan kau... kini kau mengerti... artinya hidup ini...
dalam gelap, dalam terang... kenangan ber-guguran...
dan tak kan kembali, kenangan yang lalu, semuanya berlalu
kini kau terpaku, segera kau sadari, hidupmu tinggal lah separuh sepi...
(zain verse)
seorang pertapa menemukannya
dibawah tong sampah diujung jalan
lalu diubahnya menjadi sebuah kapal udara
dan diterbangkannya begitu tinggi keangkasa
kapal itu melesat begitu cepat
layaknya pesawat tempur yg begitu hebat
namun jatuh kesungai sempit dan penat
(menjadi rakit dengan sebuah bentuk yang aneh)
kau kenang kembali anak perempuan
yang berlari lincah dan kerap berhenti di tepi sungai
melemparkan batu2 sebesar gundu
kepermukaan air sungai yang mengalir lamban
percikan air menyentuh betisnya yang telanjang
kau cubit pipi anak itu, dengan gemas dan riang
diam-diam hatimu.... didera rasa takut
kehilangan gelak tawanya yang lepas
**REFF
dan kau... kini kau mengerti... artinya hidup ini...
dalam gelap, dalam terang... kenangan ber-guguran...
dan tak kan kembali, kenangan yang lalu, semuanya berlalu
kini kau terpaku, segera kau sadari, hidupmu tinggal lah separuh sepi...
kalau yang butuh link_Web resminya http://www.reverbnation.com/kontrajogja
FB resminya cek dah https://www.facebook.com/pages/KONTRA/82608078172?ref=ts
Kalam_Mu
Kalam_Mu di penghujung Sya'ban
Kalam_Mu di awal Juni
Kalam_Mu di Ujung Penantianku
Di Akhir harap
Tertulias kisah ini
Terekam jejak ini
Segores luka setitik lamun
Ini Kuasamu
Ini anugerah_Mu
Ilahi
Jerit pahit
Tawa kelekar
Rintih tangis
Biar semua jadi rahasia_Mu saja
Pasrah saja
Bukan karena tak berusaha
Namun lebih karena tak kuasa
Sebagaimana kuucap Kubenci dirimu
Biar saja Ramadlan ini jadi saksi
Biar saja Nisfu Sya'ban betul jadi penutup lembar ini
Biar sajalah semua terjadi
Jika itu harapmu
Bila itu inginmu
Biar semua berguguran
Biar Mata ini lusuh oleh tetes derai
Biar saja kutangisimu sekali ini saja
Esok kukan berlari mengejar mimpiku kembali
Biar saja kuteriak dulu lanjut diam sajalah
Kunanti dirimu
Sampai detik ini
Dan cukuplah kuakhiri saja
Kunikmati saja derita ini
Sesal ini
Sesekali biar kumenguap sembari lupakan mimpi kita dulu
Yang sempat mengambang
Terbang
Menggelinjang pulalah mimpi ini
Menari-narilah asa hati ini
Barang sedetik saja
Barang Sewaktu saja
Utjil_Malang ( 16/06/2014 )
Kalam_Mu di awal Juni
Kalam_Mu di Ujung Penantianku
Di Akhir harap
Tertulias kisah ini
Terekam jejak ini
Segores luka setitik lamun
Ini Kuasamu
Ini anugerah_Mu
Ilahi
Jerit pahit
Tawa kelekar
Rintih tangis
Biar semua jadi rahasia_Mu saja
Pasrah saja
Bukan karena tak berusaha
Namun lebih karena tak kuasa
Sebagaimana kuucap Kubenci dirimu
Biar saja Ramadlan ini jadi saksi
Biar saja Nisfu Sya'ban betul jadi penutup lembar ini
Biar sajalah semua terjadi
Jika itu harapmu
Bila itu inginmu
Biar semua berguguran
Biar Mata ini lusuh oleh tetes derai
Biar saja kutangisimu sekali ini saja
Esok kukan berlari mengejar mimpiku kembali
Biar saja kuteriak dulu lanjut diam sajalah
Kunanti dirimu
Sampai detik ini
Dan cukuplah kuakhiri saja
Kunikmati saja derita ini
Sesal ini
Sesekali biar kumenguap sembari lupakan mimpi kita dulu
Yang sempat mengambang
Terbang
Menggelinjang pulalah mimpi ini
Menari-narilah asa hati ini
Barang sedetik saja
Barang Sewaktu saja
Utjil_Malang ( 16/06/2014 )
Kamis, 12 Juni 2014
Dulu Sekarang dan Besok
Sampai kini
Sampai detik ini
Hingga kata ini terangkai
Entah sampai kapan
Mengapa juga
Bimbang
Belum fokus
Masih goyah
Belum konsen saja
Karena hantaman bencana
Karena ribuan goda
Mungkin pula karena usia
Karena fatamorgana saja
Yang mana yang
benar adanya
Mana yang imitasi
Mana yang orisinil
Mana yang kau mau
Mana yang kau harap
Mana yang kau suka
Mana yang condongkan hatimu
Liriklah sedikit saja
Lihatlah barang sedetik saja
Tengoklah sesaat saja
Aku terjungkal
karenamu
Aku hendak
mendekapmu
Jika kau tahu
Atau
Jika kau sedikit
sadar saja
Jika kau sedikit
dengar suara dari pojok sana
Jikalau ada sedikit
ruang di lubuk hatimu yang terdalam
Lihatlah suar
cintaku menelusup gelap
Dia semakin redup
karenamu
Dia hampir saja
mati
Hendak mati kau
hidupkan lagi bara itu
APA YANG KAU HARAP SAYANG
Jika saja aku mampu mengutarakannya
Atau jika aku mampu berteriak di hadapmu,……..
Ingin Kumaki dirimu
Ku gelontorkan segenap benciku atasmu
Namun terlebih ingin kukatakan padamu
SAMPAI DETIK INIPUN KAU MASIH SAJA MENARI DALAM
OTAKKUMinggu, 01 Juni 2014
JELAGA HITAM DI WAJAH BUNDA
Jelaga menempel di hidungmu
Menuai protes mendulang demo
Berpanen kontroversial
Akankah jadi legenda
Mungkinkah kan binasa
Kalam revolusi
Ataukah naskah sejarah evolusi
Jelaga itu mengotori mukamu
Angus itu terpampang jelas di wajahmu
Engkau tak merasa jika saja
Seutuhnya kawanmu hanya berucap hahahaha
Mereka terbahak saja
Mereka diam saja
Mereka menutup diri
Mereka menutup diri
Beringasmu
Panas hatimu
Bara mulutmu
Menyala
Membakar segala
Menutup pintu nirwana
Menurutmu mereka sayang kamu
Tidak
Kamu Salah Menilai Mereka
Satu Juni Dua ribu empat belas mencatat
Hari Minggu ini merekam
Jejak langkah mereka yang bertekat
Korban darah pemuda rakyat
Peluh yang masih tercium kecutnya
Semangat maju yang masih saja meronta
Perjuangan Moch. Yamin kala itu masih terngiang
Teriakan lantang Soekarno masih terasa mengguncang
Indonesia Raya masih berkumandang
Pancasila masih bersinar terang
Kitalah yang kiranya kompas masa depan
Kita juga kadet kecil bangsa di masa sekarang
Akan dikemanakan amanat satu juni itu
Masih akan terbangkah Garuda Muda
Mampukah kita berteriang selantang Soekarno
Sanggupkah kita selapang Moh. Hatta
Bisakah kita sebijaksana Hamengku Buwono IX
Kepada Kitalah Merah Putih
Diserahkan
Diamanatkan
Dipasrahkan
DAN AKAN KITA APAKAN????????
Menuai protes mendulang demo
Berpanen kontroversial
Akankah jadi legenda
Mungkinkah kan binasa
Kalam revolusi
Ataukah naskah sejarah evolusi
Jelaga itu mengotori mukamu
Angus itu terpampang jelas di wajahmu
Engkau tak merasa jika saja
Seutuhnya kawanmu hanya berucap hahahaha
Mereka terbahak saja
Mereka diam saja
Mereka menutup diri
Mereka menutup diri
Beringasmu
Panas hatimu
Bara mulutmu
Menyala
Membakar segala
Menutup pintu nirwana
Menurutmu mereka sayang kamu
Tidak
Kamu Salah Menilai Mereka
Satu Juni Dua ribu empat belas mencatat
Hari Minggu ini merekam
Jejak langkah mereka yang bertekat
Korban darah pemuda rakyat
Peluh yang masih tercium kecutnya
Semangat maju yang masih saja meronta
Perjuangan Moch. Yamin kala itu masih terngiang
Teriakan lantang Soekarno masih terasa mengguncang
Indonesia Raya masih berkumandang
Pancasila masih bersinar terang
Kitalah yang kiranya kompas masa depan
Kita juga kadet kecil bangsa di masa sekarang
Akan dikemanakan amanat satu juni itu
Masih akan terbangkah Garuda Muda
Mampukah kita berteriang selantang Soekarno
Sanggupkah kita selapang Moh. Hatta
Bisakah kita sebijaksana Hamengku Buwono IX
Kepada Kitalah Merah Putih
Diserahkan
Diamanatkan
Dipasrahkan
DAN AKAN KITA APAKAN????????
Utjil_Malang ( 1/06/2014 )
BACAAN TAHLIL
Tahlil sebagai bagian dari ajaran Islam yang telah membudaya khususnya bagi masyarakat desa, Selain itu keberadaan tahlil identik dengan kegotong royongan warga, perkumpulan, jamah warga sudah sepatutnya menjadi jembatan untuk memperkokoh Silaturrahim Sesama Muslim,............
Terlepas dari usaha untuk Bertaqwa kepada Allah SWT
Mungkin anda bisa Download Bacaan Tahlil Disini
Terlepas dari usaha untuk Bertaqwa kepada Allah SWT
Mungkin anda bisa Download Bacaan Tahlil Disini
Jumat, 30 Mei 2014
KAUM PINGGIRAN_KAUM KORAHAN
Kami kaum yang lemah ini
Kami yang mungkin saja sedang bernasib sial
tercampakkan
Teracuhkan
Senantiasa disoroti pula
Kami ingin sedikit bersua
Kami ingin didengar barng sekali saja
Inginnya kami juga diperhatikan
Walau kami sadar
Dihadapmu kami bak sampah saja
Bisa pula mungkin tong sampah
Kami kalah pengetahuan
Kami kalah klaim kelompokmu
Kami sadar saja
Kami belajar tahu diri
Kami terima saja kalam yang kau tuliskan
Kami dengar koar yang menohok hati
Kami menahan tangis
Kami tersenyum dalam sakit
Kami bingung tiada yang dengar kami
Kami
Kami
Kami
Mati
Sudahlah jangan bersembunyi dibalik dakwah
Jangan hantam kami dengan dalilmu
Kami belajar saja "Undzur Maa Qaala Walaa Tandzur Man Qala"
Apalah arti dalilmu jika engkau hanya pandai mengkafirkan saja
Marilah ingat saja kalam Amar Ma'ruf Nahi Mungkar'
Jangan hanya berdalil
Mari sama lakukan
Mari sama usahakan
Kami bosan kau cemooh kawan
Kami hanya belajar berbisik
Bercakap
Berucap
Kami yang mungkin saja sedang bernasib sial
tercampakkan
Teracuhkan
Senantiasa disoroti pula
Kami ingin sedikit bersua
Kami ingin didengar barng sekali saja
Inginnya kami juga diperhatikan
Walau kami sadar
Dihadapmu kami bak sampah saja
Bisa pula mungkin tong sampah
Kami kalah pengetahuan
Kami kalah klaim kelompokmu
Kami sadar saja
Kami belajar tahu diri
Kami terima saja kalam yang kau tuliskan
Kami dengar koar yang menohok hati
Kami menahan tangis
Kami tersenyum dalam sakit
Kami bingung tiada yang dengar kami
Kami
Kami
Kami
Mati
Sudahlah jangan bersembunyi dibalik dakwah
Jangan hantam kami dengan dalilmu
Kami belajar saja "Undzur Maa Qaala Walaa Tandzur Man Qala"
Apalah arti dalilmu jika engkau hanya pandai mengkafirkan saja
Marilah ingat saja kalam Amar Ma'ruf Nahi Mungkar'
Jangan hanya berdalil
Mari sama lakukan
Mari sama usahakan
Kami bosan kau cemooh kawan
Kami hanya belajar berbisik
Bercakap
Berucap
Utjil_Malang (30_05_2014)

















