Kamis, 06 Februari 2014
Rabu, 05 Februari 2014
PENGHUJUNG
Terdengar letupan Sinabung yang kian menggelegar
Sekiranya sang tirta sedang berfoya di Jakarta raya
iapun terlihat bergembira di seputaran pantura
Setidaknya 23 gunung Indonesia meraung-meraung
Marapi menari-nari
Bromo seakan pak tua yang sedikit sembrono
Kelud hendak berkalang kabut
Gunung agung sedikit mendengkur
Anak Krakatau mungkin hendak berguling-guling
Ada apa ini?
Alam menangis sejadi-jadinya
Belum lagi Tangisan rintik hujan yang senantiasa merengek di seputaran Malang, Situbondo, Mojokerto, Sidoarjo
Gelontor longsor menyapu Jombang
Apakah memang Tuhan telah murka
Ataukah manusia saja telah lupa
Mungkin saja gunung-gunungi tu malu atas tingkah kita yang tak karuan arah
Mungkin pula lautan telah bosan melihat tingkah parah pemimpin kita
Bisa saja air bah sudah taktahan menahan amarah bahasa rakyat yang terlalu berpolah
Entahlah
Hanya mampu bertanya
Hanya jadi teka teki saja
Berdoa
Berharap
Bermunajat
Semoga ini pengingat
Bertobat
Tinggalkan maksiat
Ahad
Ahad
Ahad
Ahad
Walam Yakullahuu Kufuwan Ahad
Sekiranya sang tirta sedang berfoya di Jakarta raya
iapun terlihat bergembira di seputaran pantura
Setidaknya 23 gunung Indonesia meraung-meraung
Marapi menari-nari
Bromo seakan pak tua yang sedikit sembrono
Kelud hendak berkalang kabut
Gunung agung sedikit mendengkur
Anak Krakatau mungkin hendak berguling-guling
Ada apa ini?
Alam menangis sejadi-jadinya
Belum lagi Tangisan rintik hujan yang senantiasa merengek di seputaran Malang, Situbondo, Mojokerto, Sidoarjo
Gelontor longsor menyapu Jombang
Apakah memang Tuhan telah murka
Ataukah manusia saja telah lupa
Mungkin saja gunung-gunungi tu malu atas tingkah kita yang tak karuan arah
Mungkin pula lautan telah bosan melihat tingkah parah pemimpin kita
Bisa saja air bah sudah taktahan menahan amarah bahasa rakyat yang terlalu berpolah
Entahlah
Hanya mampu bertanya
Hanya jadi teka teki saja
Berdoa
Berharap
Bermunajat
Semoga ini pengingat
Bertobat
Tinggalkan maksiat
Ahad
Ahad
Ahad
Ahad
Walam Yakullahuu Kufuwan Ahad
(W@lank_Kadunk)
Jumat, 19 Juli 2013
CATATAN KAKI
Kaki melangkah tanpa arah
Gerak merentang tak tentu terang
Kemanakah aku nanti
Kapankah kuberhenti berlari
Menanam harap menabur pilu
Menulis tangis menahan syahdu
Tawaku hayalanku
Senyumku kebohongan terbesarku
Bimbang
Gelombang
Renang meki akhirnyaTenggelam
Nafasku meronta
Jiwaku mengaung
Gaung
Bingung
Terseok mengharap lindung
Kurindukan tanganmu
Kunanti dekapanmu
Kurasa tlah terlalu lama dalam kandang domba
Terjerembab fana
Pantaskah kulafalkan pujian
Kala diriku kotor
Sadarku sedang tak terkatrol.
Utjil_Malang
Kamis, 18 Juli 2013
Aku
Terombang ambing aku dalam angan
Sedari ku tertidur lelap
Sembari melamun kukenang kejayaanmu kawan
Patriot yang tak kan sirna dan padam
Berotot dan Berotak
Berpikir dan Bertindak
Berucap sekaligus bersemangat
Berandai-andai kuikuti langkahmu
Tuju setiap emas yang kau dapat
Rengkuh setiap hasrat yang kau dapat
Akupun mulai sekarat
Ketika kesemuanya bukanlah apa
angan-angan itu tampaknya pudar
buah itu nampak tak lagi segar|
layu
perlaham nulai mati
kering
akhirnya hilang diterpa angin
remuk di telan bumi
Kuharap aku bangun dari lamunan itu
secepatnya kuusap peluhku
Kucoba tersenyum meski kutahu jalanku berliku-liku
Sembari cepat-cepat ku menghadapmu
Robbi,..........
Sedari ku tertidur lelap
Sembari melamun kukenang kejayaanmu kawan
Patriot yang tak kan sirna dan padam
Berotot dan Berotak
Berpikir dan Bertindak
Berucap sekaligus bersemangat
Berandai-andai kuikuti langkahmu
Tuju setiap emas yang kau dapat
Rengkuh setiap hasrat yang kau dapat
Akupun mulai sekarat
Ketika kesemuanya bukanlah apa
angan-angan itu tampaknya pudar
buah itu nampak tak lagi segar|
layu
perlaham nulai mati
kering
akhirnya hilang diterpa angin
remuk di telan bumi
Kuharap aku bangun dari lamunan itu
Kucoba tersenyum meski kutahu jalanku berliku-liku
Sembari cepat-cepat ku menghadapmu
Robbi,..........
Sabtu, 13 Juli 2013
Gak Ada Judul
Ketika
lelah memaksamu berhenti berjalan
maka
berhentilah melangkah sejenak tarik nafas
angkatlah
kaki ke belakang lalu ayunkan kembali
Laluilah
aral yang telah menantimu di depan
Usah kau hiraukan bagaimana akhir kisah ini
Kesemuanya tlah tertulis dalam kertas
Bila nantinya kisah ini berakhir bahagia paling tidak ini adalah
bagian dari jalan hidup kita
Dan bilamana berakhir duka setidaknya kita pernah berusaha
Kenanglah setiap usil yang kau terima
Lontaran kecaman dan kotoran yang muncrat penuhi muka
Kesemuanya akan berimbas pada apa yang telah sedang dan akan
kita lakukan
Kenang-kenanglah apa yang tak pernah kujanjikan, bila memang aku
penuh dengan keterbatasan
Semampunya kan kucoba tuk bertahan
Meski dihantam dera dan perihnya cambuk sekitar
Walank_K@dunk















